Ghost Track: Perpaduan Tradisional dan Modern

Standard

Oleh: Yovita Murintiara

Distrik Online, Jakarta – Sebuah tari merupakan ekspresi yang bebas dari seorang penari. Setiap geraknya mencerminkan apa yang dirasakan. Musik pengiring tarian juga merupakan faktor penting bagaimana seorang penari menggerakkan tubuhnya mengikuti irama. Lalu bagaimana jika sebuah tarian kontemporer dari Eropa digabungkan dengan musik tradisional Indonesia?

Itulah yang coba disampaikan dalam tarian yang bertajuk Ghost Track karya Iwan Gunawan. Melalui diskusi terbuka yang diadakan IFI Jakarta, Salemba, (27/4), pembahasan tentang pentas ini dikulik lebih dalam. Slamet Abdul Sjukur juga turut hadir sebagai pemandu dan penggagas diskusi ini.

Sepanjang karirnya sebagai seorang komposer, Ghost Track merupakan karya pertama Iwan dalam membuat musik untuk tarian yang bukan berasal dari Indonesia yang terdiri dari alat musik tradisional seperti gamelan jawa, sunda, kendang, dan perkusi. Suara yang dihasilkan bersinkronisasi indah dengan para penari tersebut. Ia juga memadukan efek-efek digital pada musiknya. Meskipun terdapat berbagai alat gamelan, irama Sunda lah yang paling kental. Melalui musiknya, Iwan mencoba menggabungkan sisi tradisional dengan tarian kontemporer.

Perbedaan tari dari gaya Eropa lebih ditonjolkan pada gerak lengan yang lentur, sedangkan gaya Indonesia lebih kepada gerakan patah atau lekuk. Keduanya melebur menjadi satu, menampilkan sebuah tarian yang padu.

Editor: Josephine Inggri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s