Film Pendek Semakin Diminati

Standard

Oleh: Yovita Murintiara

2013-03-30 15.14.31

Distrik Online, Jakarta – Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret lalu, dipilih oleh Komunitas Muter Film dan SAE Institut sebagai waktu yang tepat untuk mengadakan Pesta Film yakni, acara nonton bareng film-film pendek karya anak bangsa. Selain memutar film pendek, para pecinta dan penikmat film dapat langsung berdiskusi dengan sutradara yang filmnya ditayangkan di acara tersebut.

“Tujuan pertama untuk menyambut bulan film nasional dan yang kedua sebagai wadah juga ajang kolaborasi buat teman-teman komunitas dan pembuat film gabung dan create sesuatu,” tutur Tirta, ketua Komunitas Muter Film. Terdapat dua program yang dilaksanakan pada acara kali ini, yaitu Sineas Muda dan Suara dari Timur. Tidak hanya pemutaran film pendek, beberapa film feature (panjang) juga akan diputar dalam Pesta film.

Lebih dari 10 film pendek yang diputar di acara ini, salah satunya berjudul Dino. Film yang disutradarai oleh Edward Gunawan ini, bercerita tentang seorang penjual ensiklopedia yang kehidupannya terancam karena kemajuan teknologi yang begitu pesat, sehingga banyak orang yang beralih dari buku ke beberapa alat teknologi yang dinilai lebih ringkas.

“Suka baca buku dari kecil, salah satu inspirasi saya dari sana. Orang beli buku, kemudian dibaca. Tetapi sekarang sudah ada gadget canggih. Udah jarang banget orang memakai buku, mungkin itu rasa rindu saya kali,” jelas Edward.

Tidak hanya pemutaran film, terdapat juga diskusi tentang film yang diputar dan pameran poster-poster dari Komunitas Kopi Keliling. Film Lewat Jam Malam, karya Usmar Ismail, juga tidak lupa diputar dalam acara ini. Ada foto-foto Usmar Ismail yang akan dipajang dan video tentang karya-karyanya selama ini. Menurut Communications Director, Nana Soedarmadji, kegiatan ini dilakukan untuk menghormati Usmar Ismail, bapak film nasional Indonesia.

“Kenapa perfilman Indonesia jatuh pada tanggal 30 Maret, yaitu karena pada tanggal ini pertama kalinya Usmar Ismail mengambil gambar untuk filmnya dia, Darah & Doa. Film ini Indonesia banget. Nanti disitu ada scrennya kamu bisa nonton dan ada beberapa foto tentang dia.

Pesta Film diharapkan menjadi acara yang dapat terselenggara setiap tahunnya, agar menjadi wadah para sineas film, baik amatir maupun profesional untuk memutar filmnya. Menurut Tirta, dengan adanya acara ini dapat membangkitkan gerakan budaya menonton, apalagi diadakan bertepatan dengan hari film nasional.

Ia berharap, kedepannya film Indonesia semakin bagus. Selain itu harus mengandung etika, estetika, dan teknik yang baik, tidak hanya sekedar mencari keuntungan semata. Tidak jauh berbeda dengan Edward, ia berharap industri film Indonesia semakin berkembang. Tema dan karakter jangan monoton, supaya penonton tidak cepat bosan.

Editor : Namira Daufina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s