Bulan Film Nasional : Pestanya Perfilman

Standard
2013-03-28 17.27.05

Alex Komang selaku pemeran utama dalam 5 Summer 10 Autumn.

Oleh Sepdian Anindyajati

Distrik Online, Jakarta – Dalam rangka menyambut bulan film nasional yang jatuh tanggal 30 Maret lalu, para pecinta dan komunitas film beramai-ramai membuat acara untuk mengapresiasinya.

Komunitas Muter Film bekerja sama dengan Bank movie mengadakan pesta film yang bertajuk “Suara dari Timur” yakni menampilkan film pendek karya sineas dari Indonesia Timur di SAE Institute, FX Plaza, Jakarta Selatan. Suara dari Timur berangkat dari kegelisahan melihat sineas Indonesia Timur cenderung sulit untuk mendapatkan ruang dalam mengapresiasi karya-karya mereka. Enam film yang tergabung dalam Suara dari Timur  diantaranya berasal dari Makasar, Palu, Kupang, dan Lombok. Selain untuk mengapresiasi bulan film nasional, Arta, pendiri komunitas Muter Film menambahkan bahwa pesta film juga digelar untuk membuat karakter di tanggal 30 Maret ini. Artinya, bagi teman-teman yang mencari film pendek amatir maupun non amatir dapat langsung mengunjungi pesta film.

Bukan hanya komunitas muter film saja yang meramaikan bulan film nasional, komunitas pecinta seni bulungan untuk kedua kalinya menyelenggarakan festival film pendek jabodetabeka di Gelanggang Remaja Bulungan, 25-30 Maret 2013. 60 peserta turut meramaikan festival ini. “Ini adalah salah satu wadah yang kita sediakan untuk kalian yang mau bikin film tapi bingung mau menunjukkan karyanya dimana,” ujar Rik A Sarik selaku ketua pelaksana festival film pendek Jabodetabeka.

Aktor senior Alex Komang yang menjadi juri dalam festival film pendek ini mengatakan bahwa festival film pendek ini juga menjadi upaya dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dalam bermasyarakat. Menurutnya, film itu menjadi satu bagian dalam kehidupan yang tidak kalah penting karena memberikan dampak dan punya kekuatan yang luar biasa. Pemeran utama dalam 5 Summer 10 Autumn ini menambahkan bahwa dengan adanya forum-forum yang semacam ini menjadi semacam dukungan terhadap bakat-bakat yang selama ini berserakan. “Saya kira nantinya akan muncul sineas-sineas yang memiliki kualitas,” ujar Alex Komang.

Film, bagi Alex mampu untuk membalikan nilai. Misalnya, kita tahu bagaimana kita sudah dipengaruhi oleh Amerika. Dia bisa menclaim dirinya polisi dunia. “Itu kan efeknya, udah tahu keliru dengan menganeksasi ngebom irak tapi seluruh dunia itu diam,” ucap pria kelahiran Jepara, 17 September 1961. Mereka memakai media untuk memberi pengaruh pada dunia. “Penguasaan terhadap media, akan mempengaruhi juga penguasaan terhadap dunia. “Siapa yang menguasai media dialah pemenangnya. Betapa strategisnya itu film,” ujar Alex.

Editor: Josephine Inggri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s